Aturan Pakai Fluvir yang Tepat

Di tengah pandemi saat ini, Fluvir menjadi salah satu obat yang dapat diandalkan. Di dalam produk tersebu terkandung zat yang bernama oseltamivir. Obat yang dapat mengatasi infeksi virus ini dapat dikonsumsi oleh pasien yang terjangkit penyakit flu dengan gejala hidung tersumbat, batuk, radang tenggorokan dan demam. Gejala-gejala tersebut dapat cepat diatasi setelah mengkonsumsi obat selama 1 hingga 2 hari. Oseltamivir masuk ke dalam golongan anti virus yang kerjanya menghentikan pertumbuhan virus di dalam tubuh. Hingga saat ini, obat-obatan yang mengandung kandunga oseltamvir mampu menghadapi paparan virus Corona. Sama halnya dengan anti virus yang lain, oseltamivir tidak dapat mengatasi masalah yang terjadi akibat kinerja bakteri.

Dalam penggunaannya, oseltamivir hanya dapat digunakan dengan anjuran resep dokter. Bagi pasien yang akan menggunakan obat tersebut, ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan dengan seksama seperti:

Aturan Pakai Fluvir yang Tepat
  1. Tidak mengkonsumsi obat jika terjadi reaksi alergi terhadap oseltamivir
  2. Tidak mengkonsumi obat selama memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal, penyakit liver, gangguan pada sistem imun, penyakit paru-paru, gangguan genetik dan sindrom Steven Johnson.
  3. Bukan merupakan pengganti dari vaksin flu.
  4. Konfirmasi kepada dokter apabila pasien sedang mengkonsumsi obat lainnya, termasuk vitamin dan obat-obatan herbal.
  5. Apabila terjadi alergi, segera datangi dokter.

Pemberian dosis oseltamivir dapat berbeda-beda pada setiap orang bergantung pada usia dan kondisi pasien. Di bawah ini merupakan penjelasan dan rincian akan dosis oseltamivir yang tepat diberikan kepada pasien:

  1. Mencegah perkembangan virus influenza dengan tipe A dan tipe B
  2. Dewasa: sebanyak 75 mg dan digunakan satu kali sehari. Obat paling sedikit dikonsumsi selama 10 hari. Oseltamivir dapat dikonsumsi selama enam minggu.
  3. Bayi berusia 0 hingga 1 bulan: 2 mg setiap kg berat badan.
  4. Bayi berusia 1 hingga 3 bulan: 2,5 mg setiap kg berat badan.
  5. Bayi berusia 3 bulan hingga 12 bulan: 3 mg setiap kg berat badan.
  6. Bayi berusia lebih dari 1 tahun atau lebih dari 15 kg: oseltamivir yang diberikan sebanyak 30 mg.
  7. Bayi yang berat badannya sekitar 15 kg hingga 40 kg: dosis oseltamivir sebanyak 60 mg.
  8. Mengobati virus influenza
  9. Dewasa sebanyak 75 mg dan dikonsumsi 2 kali dalam sehari. Obat dapat dikonsumsi selama 5 hari.
  10. Bayi berusia 0 hingga 1 bulan: 2 mg setiap kg berat badan.
  11. Bayi berusia 3 hingga 12 bulan: 3 mg setiap kg berat badan.
  12. Balita dengan berat 23 kg hingga 40 kg, dosis yang diberikan sebanyak 60 mg.
  13. Balita dengan berat lebih dari 40 kg, dosis yang diberikan sebanyak 75 mg.

Menggunakan oseltamivir dapat dilakukan dengan arahan dokter atau sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertulis pada kemasan. Pasien dilarang untuk mengurangi atau menambah dosis penggunaan dokter tanpa sepengetahuan dan izin dokter. Guna menghindari resiko terserang magh setelah mengkonsumsi oseltamivir, pasein sebaiknya mengkonsumsi obat ketika makan. Oseltamivir sangat efektif bekerja jika dikonsumsi 2 hari setelah terjangkit virus influenza. Pasien yang kesulitan menelan kapsul dapat membuka cangkang kapsul terlebih dahulu dan mengkonsumsi obat di dalamnya dengan mencampurkannya pada makanan manis. Agar obat bekerja secara maksimal, pasien harus mengkonsumsi obat pada waktu yang sama setiap harinya. Pasien juga perlu menghindari penggunaan oseltamivir bersama dengan vaksin influenza guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *